Untukkeperluan pengelolaannya, gerakan koperasi membentuk Yayasan Badan Pembina Akademi Koperasi (AKOP) “12 Juli” Bandung, dengan pengurus pertamanya diketuai oleh H. Nitisomantri. , Ir., APU. SK YPK No. 02/Kept-YPK/III/2006 mengangkat pejabat sementara H. Dindin Burhanudin, SE., M.Sc. sebagai rektor Ikopin. sedangkan buah sawit
ArticlePDF AvailableAbstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan kadar logam berat Cd, Cu dan Pb dalam air yang terkontaminasi logam berat dan mengetahui pengaruh perlakuan terhadap penurunan konsentrasi logam berat dalam air. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap RAL dengan 4 Perlakuan yaitu P1 0 gr apu-apu + 150 gr zeolit, P2 50 gr apu-apu + 100 gr zeolit, P3 100 gr apu-apu + 50 gr zeolit dan P4 150 gr apu-apu + 0 gr zeolit. Parameter utama dalam penelitian ini yaitu penurunan konsentrasi dalam air. Analisa data yang digunakan adalah analisa ANOVA untuk melihat pengaruh perlakuan terhadap penurunan logam. Analisa kadar logam Cd,Cu dan Pb dengan menggunakan spektrofotometer serapan atom SSA. Persentase Penurunan kadar Cd tertinggi yaitu % sedangkan yang terendah %, Persentase Penurunan kadar Cu tertinggi yaitu % sedangkan yang terendah %, dan Persentase Penurunan kadar Pb tertinggi yaitu % sedangkan yang terendah %, Nilai Penurunan kadar Cd, Cu dan Pb tertinggi diperoleh oleh P3. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang nyata perlakuan terhadap penurunan konsentrasi dalam air pada taraf nyata p<0,05. Hasil penentuan uji presisi dan linearitas menunjukkan bahwa metode yang digunakan memiliki linearitas serta presisi yang baik. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for freeAuthor contentAll content in this area was uploaded by Fitra Perdana on Feb 08, 2022 Content may be subject to copyright. Received April 2021, Accepted Mai 2021 - Jurnal Photon DOI PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike International License 163 Received April 2021, Accepted Mai 2021 - Jurnal Photon DOI PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike International License 164 Received April 2021, Accepted Mai 2021 - Jurnal Photon DOI PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike International License 165 Received April 2021, Accepted Mai 2021 - Jurnal Photon DOI PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike International License 166 Received April 2021, Accepted Mai 2021 - Jurnal Photon DOI PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike International License 167 Received April 2021, Accepted Mai 2021 - Jurnal Photon DOI PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike International License 168 607080P1 P2 P3 P4KonsentrasiPerlakuan% Removal Received April 2021, Accepted Mai 2021 - Jurnal Photon DOI PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike International License 169 0100P1 P2 P3 P4KonsentrasiPerlakuan% Removal Received April 2021, Accepted Mai 2021 - Jurnal Photon DOI PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike International License 170 0100P1 P2 P3 P4KonsentrasiPerlakuan% Removal Received April 2021, Accepted Mai 2021 - Jurnal Photon DOI PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike International License 171 Received April 2021, Accepted Mai 2021 - Jurnal Photon DOI PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike International License 172 Received April 2021, Accepted Mai 2021 - Jurnal Photon DOI PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike International License 173 Received April 2021, Accepted Mai 2021 - Jurnal Photon DOI PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike International License 174 Received April 2021, Accepted Mai 2021 - Jurnal Photon DOI PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike International License 175 Received April 2021, Accepted Mai 2021 - Jurnal Photon DOI PHOTON is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike International License 176 ResearchGate has not been able to resolve any citations for this has not been able to resolve any references for this publicationsEfektivitas Serat Purun Tikuspada Peningkatan Kualitas AirStudi Kasus Air Limbah Peti di Kabupaten...April 2020Faradina Faradina Nurhasanah NurhasanahMega NurhanisaTelah dilakukan penelitian tentang pemanfaatan serat tumbuhan purun tikus pada air limbah tambang emas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air limbah tambang emas setelah melalui proses filtrasi berbahan serat tumbuhan purun tikus. Pengujian menggunakan alat colorometri, gravimetri, pH meterdan spektrofotometer serapan atom. Pengambilan sampel air limbah tambang emas dilakukan di ... [Show full abstract] Mandor, Kabupaten Landak. Dalam penelitian ini digunakan variasi serat 75 gram dan 100 gram dengan waktu perendaman selama 12 jam, 24 jam, 48 jam dan 72 jam. Parameter yang diuji meliputi pH, TDS Total Dissolve Solid, warna, dan kadar merkuri Hg. Kondisi awal air limbah tambang emas sebelum melalui proses filtrasi yaitu nilai pH sebesar 4,29, nilai TDS 144,00 mg/L, warna pada skala 60 dan kadar merkuri Hg sebesar 0,0021 mg/L. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh nilai yang memenuhi standar baku kualitas air bersih pada variasi waktu 12 jam untuk parameter pH dan warna, 24 jam untuk paramater merkuri dan 72 jam untuk parameter TDS dan warna. Pada variasi ini diperoleh nilai optimum dengan persentase penurunan TDS sebesar 333%, warna 68% , pH sebesar 61% dan kadar merkuri sebesar 100%.Read moreArticleFull-text availableAnalisa Makanan Tradisional Jeruk Maman dari Daun Maman Cleome gynandra LAugust 2021 Photon Jurnal Sain dan KesehatanJeruk maman merupakan asinan sayur yang menghasilkan asam laktat, sehingga mempunyai cita rasa yang khas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas makanan Jeruk maman dari tiga variasi jeruk maman. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, yaitu melakukan penambahan cabai dan garam dalam jumlah yang berbeda pada jeruk maman. Jeruk maman yang dibuat sebanyak tiga variasi ... [Show full abstract] yaitu DKA 01 = daun maman 500 g, ditambah nasi 2% DKA 02= daun maman 500 gr penambahan, nasi 2% garam 2,25% dan cabai 1%, DKA 03= daun maman 500 gr penambahan nasi 2% garam 2,5% dan cabai 1%. Diamkan selama 3 hari, selanjutnya di analisa pH, kadar air,total asam laktat, bakteri asam laktat dan protein untuk semua perlakuan. Penelitian ini menggunakan bentuk Rancangan Acak Lengkap RAL non-faktorial dengan 1 faktor yang diuji terdiri dari 3 taraf perlakuan dan 2 kali ulangangan. Hasil penelitan Kualitas yang terbaik dari ketiga variasi jeruk maman yaitu pada analisa kadar protein kualitas yang terbaik adalah sampel DKA 01 dengan jumlah protein tertinggi yaitu 2,47% dan nilai total asam tertitrasi tertinggi juga pada sampel DKA 01 yaitu 0,37%. Sementara pada analisa pH terbaik adalah sampel DKA 02 yaitu 3,9 %dan DKA 03 yaitu 3,8 %. Hasil analisa BAL terbaik adalah sampel DKA 02 1,7 x 108 dan DKA 03 yaitu 1,5 x full-textArticleFull-text availablePemberdayaan Ekonomi Dasawisma Rantau Kopar, Rokan Hilir dengan “SaMaKiRi” Sabun Mahasiswa Kimia UM...June 2022 Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRIKabupaten Rokan Hilir dikenal dengan kekayaan ragam budaya dan objek pariwisatannya. Salah satu tradisi turun temurun yang kini menjadi primadona wisata Rokan Hilir adalah ritual Upacara Bakar Tongkang yang kini menjadi agenda wisata tahunan Kabupaten Rokan Hilir. Sejak masa pandemi COVID-19 event tahunan ini terkendala pelaksanaannya mengingat akan mengundang banyak turis hadir dan kerumunan ... [Show full abstract] massa. Situasi ini memberikan dampak yang signifikan terhadap tatanan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat global, termasuk masyarakat di Desa Rantau Kopar, Kab. Rokan Hilir. Pada kegiatan ini dilakukan pemberdayaan ekonomi berupa penyuluhan dan pelatihan bagi Ibu-ibu Dasawisma Rantau Kopar untuk memproduksi sendiri produk sabun untuk penerapan protokol kesehatan dan peningkatan pendapatan. Kegiatan ini dilakukan secara offline/luring dengan protokol kesehatan yang ketat. Kegiatan terlaksana dengan baik, terlihat dengan antusias peserta akan materi-materi pelatihan, jumlah peserta yang tidak berubah dari awal kegiatan sampai selesai. Dari kegiatan ini dihasilkan produk sabun “SaMaKiRi” yang diproduksi oleh peserta pelatihan dan Tim dari Prodi Kimia UMRI. Diharapkan kegiatan ini dapat berkelanjutan dan menjadi solusi untuk peningkatan ekonomi kreatif di Desa Rantau Kopar, Kabupaten Rokan full-textPENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG KEDELAI DENGAN TEPUNG KAYU APU Pistia stratiotes TERFERMENTASI DALAM PA...December 2021Gilang Setyawan Senny HelmiatiKayu apu merupakan tanaman air yang hidup mengapung pada suatu perairan lentik dan mempunyai kandungan nutrien yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nutrien kayu apu terfermentasi dan mengevaluasi pengaruh substitusi tepung kedelai dengan tepung kayu apu terfermentasi dalam pakan terhadap performa nila merah. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap dengan ... [Show full abstract] empat perlakuan substitusi tepung kedelai dengan kayu apu terfermentasi sebanyak 0, 10, 20, dan 30% dengan tiga kali ulangan. Penelitian ini menggunakan nila merah berukuran 7-9 cm diberi pakan dengan dosis 3% biomassa dengan frekuensi pemberian sebanyak dua kali sehari dan dipelihara selama 60 hari. Parameter yang dievaluasi meliputi sintasan, pertumbuhan, rasio konversi pakan, rasio efisiensi protein, dan efisiensi pakan. Hasil uji proksimat tepung kayu apu terfermentasi mengandung kadar air sebesar 8,80 %, protein kasar sebesar 15,10%, lemak sebesar 3,12%, kadar abu sebesar 34,5%, dan serat kasar sebesar 33,96%. Tepung kayu apu terfermentasi tidak dapat mensubstitusi tepung kedelai sebagai bahan pakan. Substitusi tepung kedelai dengan tepung kayu apu terferementasi dalam pakan tidak mempengaruhi sintasan, efisiensi pakan dan rasio efisiensi protein namun berpengaruh terhadap penurunan performa pertumbuhan dan peningkatan nilai rasio konversi pakanRead morePengaruh Pemberian Pakan Fermentasi Berbasis Kiapu Pistia stratiotes L dan Probiotik terhadap Para...November 2017 Jurnal Ilmiah Mahasiswa PertanianAbstrak. Tujuan Untuk melihat pengaruh pemberian pakan fermentasi berbasis kiapu dan probiotik dalam pakan terhadap konsumsi, pertambahan berat badan serta penampilan ayam lokal pedaging ini dilaksanakan di Labolatorium Lapangan Peternakan LLP Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh. Penelitian berlangsung selama 90 hari, mulai tanggal 14 Februari – ... [Show full abstract] 23 April ini menggunakan 80 ekor ALPU unsex. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap RAL yaitu 4 perlakuan dan 5 ulangan yang terdiri dari 4 ekor ayam unsex pada setiap unit perlakuan. Perlakuan P0 0% fermentasi tepung kiapu atau kontrol, P1 10% fermentasi tepung kiapu + 90% pakan komersil, P2 20% fermentasi tepung kiapu + 80% pakan komersil, P3 30% fermentasi tepung kiapu + 70% pakan komersil. Parameter yang diamati terdiri dari konsumsi pakan, pertambahan berat badan dan eksterior dalam dada, lingkar dada, lingkar paha, panjang badan, tinggi badan, dan lebar kepala. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analisys of Variance ANOVA, jika diperoleh hasil yang berbeda nyata maka dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian disimpulkan bahwaPemberian pakan fermentasi berbasis kiapu Pistia Startiotes L mempunyai kandungan nutisi, imbangan pakan yang seimbang serta kecernaan bahan pakan, Pemberian pakan fermentasi berbasis kiapu Pistia stratiotes L menunjukan data yang stabil pada perlakuan P1 yang mengaandung 10% pakan moreLast Updated 01 Mar 2023Discover the world's researchJoin ResearchGate to find the people and research you need to help your work. Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui pengaruh tepung apu-apu dalam ransum terhadap performa ayam kampung super dan potensi tepung apu-apu dalam mensubtitusi bahan pakan lain. Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 3 kali ulangan, P0 (kontrol), P1 (5% apu-apu), P2 (10% apu-apu PEMANFAATAN TEPUNG DAUN APU-APU Pistia stratiotes DALAM RANSUM BASAL TERHADAP ORGAN PENCERNAAN AYAM RAS PEDAGINGPEMANFAATAN TEPUNG DAUN APU-APU Pistia stratiotes DALAM RANSUM BASAL TERHADAP ORGAN PENCERNAAN AYAM RAS PEDAGINGWater lettuce meal Pistia stratiotes is the weed that has potential as animal feed due to it contain high crude protein and energy metabolism. The aims of this study wasto determine the weight and length of digestive organs including proventriculus, ventriculus, small intestine in broiler chicken given of water lettuce meal WLM in ratios. The research design of this study was a completely randomized design CRD with five treatments and four replications. The treatments consisted of T0 commercial feed without WLM, T1 ration with 0% WLM, T2 ration with 5% WLM, T3 ration with 10% WLM and T4 ration with 15% WLM. The experimental animal used were broiler DOC until the age of 35 days old were kept in 20 cages and each cage consisted of 3 broiler chickens. The parameters measured were proventriculusweight, ventriculus weight, small intestine weight and length of the small intestine. The results showed that there was no significant effects among treatments on all parameters. ... Anis Rachmawati (2020) Pengembangan Media Pembelajaran Matematika, Interaktif Berbasis Konstruktivis Untuk Siswa Kelas VII SMP. Diploma thesis, Universitas Bung Hatta. Anissa, Risky Amelia and Suhendrik, Hanwar and Lusi, Utama (2020) ANALISA KAPASITAS PENAMPANG SUNGAI KAMUMUAN UNTUK MENGURANGI BANJIR DI KABUPATEN PADANG PARIAMAN. Apu-apu Pistia stratiotes L. merupakan salah satu tumbuhan liar atau gulma air yang banyak ditemukan di perairan sawah maupun di lahan pertanamannya terutama lahan budidaya padi. Kehadiran gulma liar dalam suatu lahan budidaya tidak diinginkan, karena gulma merupakan salah satu kelompok dari Organisme Pengganggu Tanaman OPT. Keberadaan apu-apu pada perairan sawah sangat mengganggu tanaman utama dalam persaingan nutrisi. Sebagai contoh yaitu kegiatan pemupukan, bentuk daun yang lebar pada tumbuhan ini akan menghalangi pupuk yang diberikan pada tanaman, sehingga pupuk tidak terserap secara efektif pada tanaman budidaya. Tumbuhan apu-apu memiliki potensi bertahan hidup di air dengan kondisi apapun dan sangat cepat dalam perkembangbiakkannya[1]. Salah satu cara petani dalam menanggulanginya yaitu secara manual dengan menggunakan jaring untuk dibuang pada perairan sungai. Selain itu, tumbuhan liar ini juga banyak ditemukan pada kolam ikan dan dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Manfaat lain dari tumbuhan ini adalah kemampuan daya serapnya terhadam logam berat seperti Fe, Cd, Cu dan Pb[2]. Akar tanaman apu-apu melakukan adsorpsi dengan cara menyerap kontaminan logam berat pada akar dan mendistribusikannya keseluruh bagian tumbuhan. Lantas bagaimana peran baik tumbuhan apu-apu terhadap pertanian budidaya?Pada sektor pertanian dewasa ini muncul banyak gerakan atau upaya pengurangan penggunaan bahan kimia dalam budidaya tanaman untuk tercapainya pertanian yang berkelanjutan dan berbasis organik. Dalam pertanian berkelanjutan penggunaan bahan organik tidak diaplikasikan 100%, akan tetapi hanya bertujuan dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia melalui penambahan input yang merupakan gulma air, memiliki manfaat bagi nutrisi tanaman apabila diolah dengan tepat, karena mengandung bahan organik. Kandungan bahan organik pada tumbuhan apu-apu yang telah dikomposkan yaitu 22,8%, sedangkan kandungan bahan organik dalam keadaan segar yaitu 19,6% [3]. Kandungan bahan organik tersebut dapat dimanfaatkan sebagai solusi dalam memperbaiki sifat kimia tanah dan pemenuh nutrisi apu-apu sebagai input produksi dapat diolah menjadi pupuk hijau, kandungan hara di dalamnya yaitu hara N 2,83%, P 0,17%, K 0,96%, C/N 10, dan bahan organik 47,020[4]. Tingginya hara N pada apu-apu dapat berperan sebagai perangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan dan pembentukan klorofil yang berguna untuk proses fotosintesis. Sedangkan nilai C/N ratio yang semakin rendah menunjukkan kemudahan dalam melepaskan unsur hara dalam diolah menjadi pupuk padat seperti kompos, apu-apu juga dapat diolah menjadi Pupuk Organik Cair POC. Pengolahan dilakukan dengan menyiapkan tumbuhan apu-apu dengan berat 2,1 kg dan memtong menjadi kecil-kecil, kemudian memasukkan potongan apu-apu ke dalam toples plastik dengan 3,2 liter air, mencampurkan 5 gram gula merah dan EM4 21 ml sebagai cairan pengurai[5]. Setelah itu diaduk secara merata dan dibiarkan selama 25 hari untuk proses fermentasi dengan perlakuan 5-10 menit pengadukan setiap harinya supaya terjadi sirkulasi oksigen[6].Penggunaan POC dari tumbuhan apu-apu berdasarkan kandungan haranya dapat meningkatkan pertumbuhan jumlah daun, lebar daun dan berat basah. Oleh karena itu sangat bermanfaat apabila diaplikasikan pada jenis tanaman hortikultura sayuran. Selain itu pada tanaman budidaya lainnya, pengaplikasian pupuk organik berbahan dasar apu-apu akan membantu memenuhi hara nitrogen N bagi pupuk organik berbahan baku tumbuhan apu-apu cukup mudah. Bahkan sangat cocok untuk diterapkan pada pertanian mandiri di rumah. Apu-apu sangat mudah dijumpai diberbagai wilayah dan dengan potensi akan kandungan haranya dapat diterapkan sebagai solusi para petani dan masyarakat untuk implementasi pertanian organik maupun berkelanjutan. Referensi[1] Mudrikati. 2018. Pengaruh Pupuk Organik Cair Berbahan Tanaman Apu-apu Pistia stratiotes L. terhadap Pertumbuhan dan Hasil Pakcoy Brassica rapa L. Skripsi, Universitas Islam Negeri Mataram. Diambil dari E-Thesis UIN Mataram Pada Senin, 26 Oktober 2020 Lihat[2] Raras, D., P. Yusuf, B. Alimuddin. 2015. Analisis Kandungan Ion Logam Berat Fe, Cd, Cu dan Pb pada Tanaman Apu-apu Pistia stratiotes L. dengan Menggunakan Variasi Waktu. Prosiding Seminar Tugas Akhir FMIPA UNMUL 2015 76-79 Lihat[3] Sebayang, H., T. Suryanto, A. Kurnia, T., I., D. 2010. Pengaruh Pemberian Kayu Apu Pistia stratiotes L. dan Dosis Pupuk N, P, K pada Pertumbuhan dan Hasil Padi Sawah Oryza sativa L.. 382 192-198 Lihat[4] Putri, F., P. Sebayang, H., T. Sumarni, T. 2013. Pengaruh Pupuk N, P, K, Azolla Azolla pinnata dan Kayu Apu Pistia stratiotes pada Pertumbuhan dan Hasil Padi Sawah Oryza sativa. Jurnal Produksi Tanaman 13 9-20 Lihat[5] Pratiwi, A. Nurrohmi, A., I. 2020. Effectiveness of Apu-Organic Liquid Fertilizer Pistia stratiotes L. on Ipomoea reptans Poir. Growth. Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya 22 55-63 Lihat[6] Oviyanti, F. Hidayah, N. 2016. Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Daun Gamal Gliricidia Sepium Jacq. Kunth Ex Walp. terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi Brassica juncea L.. Jurnal Biota 21 61–67 Lihat Pakanayam layer menjadi salah satu hal penting yang bisa membuat Anda akan meraih kesuksesan. Selain kandang, Anda harus memperhatikan pakan dari ayam jenis layer ini. Tidak semua pakan bisa diberikan untuk ayam layer mengingat ayam layer ini memiliki periode yang berbeda. Periode layer adalah periode emas dimana dalam masa ini ayam akan bertelur. Faktor yang ikut menentukan keberhasilan dalam beternak salah satunya adalah Pakan, karena dapat mempengaruhi tingkat produksi si ayam. Selain itu, pakan yang bergizi atau bernutrisi tepat akan membuat ayam kita gemuk, sehat dan kuat. Apalagi dalam beternak ayam potong, bobot tubuh ayam menjadi hal yang paling penting dalam penentu kesuksesan penjualannya. Sebenarnya, ada banyak sekali varian pakan ayam selain dengan dedak dan pelet lho, ini bisa kalian berikan untuk semua jenis ayam yang ada di rumah kalian. Kita bisa membelinya di toko atau bahkan meraciknya sendiri untuk menekan biaya produksi, dengan memanfaatkan bahan – bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. pakan ayam Oke deh.. kalau begitu kita akan bahas, apa saja sih jenis pakan ayam? Jenis pakan wajib yang kalian harus berikan 1. Dedak Padi Dedak Padi atau biasa disebut juga Bekatul, diperoleh dari limbah hasil olahan padi menjadi beras. Dedak adalah jenis pakan paling dikenal dan paling sering digunakan. Dedak mengandung sumber energi dan asam amino yang tinggi. Sebaiknya kita perlu membatasi pemberian dedak pada ayam muda, karena di dalam dedak terkandung sekitar 11 – 12% serat kasar yang sedikit sulit dicerna oleh ayam. Dedak mengandung banyak lemak, jika disimpan terlalu lama bisa menggumpal dan berbau tengik. Dedak sendiri ada yang kasar dan halus, lebih baik pilih yang halus karena kandungan proteinnya tinggi dan serat kasarnya rendah. Sebenarnya kasar dan halusnya bergantung seberapa banyak campuran sekamnya. Tapi kalau kita membeli di toko biasanya berbentuk halus, mengandung banyak protein dan vitamin B. Kualitas dedak yang baik diukur dari kepadatannya, dengan cara menekannya pada genggaman. Setelah setelah genggaman erat kita dilepas dan dedak menempel pekat satu sama lain berarti kualitasnya bagus. Sebaliknya jika setelah kita lepas dedak langsung mekar dan tidak merekat satu sama lain berarti kualitasnya jelek karena banyak mengandung sekam. dedak padi untuk ayam 2. Pollard Pollard atau biasa disebut juga dedak Gandum dihasilkan dari limbah hasil olahan gandum menjadi tepung terigu. Pollard mengandung protein 15 %, kandungan lemaknya sekitar 3 – 4 % dan kandungan serat kasarnya sekitar 7 – 9 %. Penggunaan pollard hendaknya dibatasi, meskipun kandungan energi metabolisnya sekitar 1700 kkal/kg tergolong rendah, kandungan serat kasar yang dimiliki pollard bisa membuat si ayam mencret. 3. Jagung Jagung juga menjadi pilihan banyak pemelihara ayam, karena kandungan nilai gizinya cukup tinggi dan juga mengandung karbohidrat sebagai sumber energi. Ada 3 jenis jagung yang yang biasa dikenal, yaitu jagung kuning, jagung merah dan jagung putih. Tapi jagung kuninglah yang terbaik, meskipun harganya mahal tapi kandungan nutrisinya paling besar. Selain mengandung karbohidrat, jagung kuning juga mengandung banyak pro-vitamin A dan serat kasar yang terkandung pun rendah, sehingga mudah dicerna dan rasanya pun enak palatable. Karena harganya cukup mahal, gunakan sebagai campuran sekitar 20 – 40% saja dari total pakan. Jika ingin menggunakan jagung merah atau putih lebih baik ditambahkan dengan feed supplement vit A. Jika sulit memperoleh jagung, bisa diganti dengan Sorgum karena nilai gizinya hampir sama. Hanya jangan diberikan terlampau banyak, karena sorgum nilai cernanya rendah dan tidak mengandung pro-vitamin A serta rasanya pun kurang enak. pakan jagung via 4. Tepung Tulang Tepung Tulang, bahannya bisa didapat dari tempat pemotongan hewan. Cara membuatnya dengan merebus tulang, mengeringkannya lalu kemudian digiling sampai halus. Tepung tulang banyak mengandung phosphor dan Kalsium, kalsium sendiri sangat berguna bagi pembentukan tulang dan sendi ayam. Campuran yang diberikan cukup 1% saja dali total pakan ransum. 5. Singkong Meskipun kandungan energy metabolisnya hampir sama dengan jagung, tapi kandungan proteinnya rendah hanya seitar 2 – 3% saja. Selain itu penggunaan singkong perlu dibatasi, karena singkong mengandung zat antinutrien sianogenik glukosida, khususnya paling banyak pada jenis singkong pahit. Maka, kalau ingin menggunakan singkong lebih baik dijemur dulu menjadi gaplek, bertujuan untuk menghilangkan kandungan zat nutriennya. Penggunaan singkong sebaiknya kurang dari 20% saja dari total ransum, karena penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan feses basah. 6. Sorgum Produksi Sorgum hanya ada didaerah tertentu saja dan penyebutannya beragam ada yang menyebut cantel, cantrik dan batar tojeng. Kandungan protei n dari sorgum sedikit lebih tinggi dari jagung dan juga mengandung Xantofil. Tapi sorgum juga mengandung zat antinutrisi yang disebut Tanin, kandungan Tanin yang tinggi menyebabkan sulit untuk mencerna protein, menurunkan pertumbuhan dan kelainan pada kaki. Sorgum ada yang putih dan ada yang berwarna, semakin berwarna biji sorgum maka semakin tinggi pula kandungan Taninnya, contohnya merah dan coklat. Kandungan tanin yang terdapat pada sorgum dapat diturunkan dengan cara pengupasan kulit luar, perendaman, dan fermentasi. pakan sorgum 7. Minyak atau Lemak Tidak mengandung mineral, karbohidrat, protein maupun vitamin. Biasanya digunakan sebagai campuran pada pakan yang membutuhkan energi tinggi karena minyak mengandung energi metabolis yang tinggi sekitar 7000 – 8000 kkal/kg, dan minyak Ikan adalah yang terbesar sekitar 8600 kkal/kg. Penggunaan minyak sebagai campuran dapat meningkatkan efisiensi pakan, mengurangi pakan berdebu, serta memperbaiki warna, tekstur dan rasa dari ransum. Minyak yang diberikan sebelum proses pembuatan pelet bisa menurunkan kualitasnya, maka sebaiknya disemprotkan saja untuk meningkatkan kualitasnya. 8. Bungkil Kacang Kedelai Adalah Kacang kedelai yang sudah diambil minyaknya sehingga kandungan proteinnya bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan kecang kedelai itu sendiri. Sama halnya seperti dedak, bungkil kacang kedelai ini juga mengandung asam amino yang tinggi, cukup lengkap dan seimbang bagi si ayam. Tapi berbeda dengan dedak, bungkil kacang kedelai ini relatif mudah dicerna asalkan disangrai terlebih dahulu menggunakan suhu yang sedang jangan terlalu tinggi. Seperti yang kita tahu, asam amino dan lysine bisa rusak jika dipanaskan pada temperatur yang tinggi. Bungkil kacang kedelai bisa diberikan pada ayam semua umur, dengan takaran 5 – 20% dari total ransum. 9. Bungkil Kelapa Bungkil Kelapa merupakan hasil sisa dari pengolahan minyak kelapa. Biasanya daging kelapa yang dikeringkan kopra akan diambil minyaknya dan tersisalah bungkil kelapa. Cara pengambilannya ada 2 cara di ekstraksi dengan zat pelarut dan di ekstraksi dengan di press. Bungkil kelapa sebaiknya jangan disimpan pada suhu yang tinggi karena bisa menjadi tengik dan bungkil kelapa yang sudah tengik jangan diberikan pada ayam karena dapat menyebabkan diare. Bungkil kelapa ini jiuga dapat diberikan pada ayam semua umur. 10. Tepung Ikan Berasal dari ikan yang dikeringkan dan kemudian digiling, kualitasnya pun beragam bergantung dari jenis ikannya. Biasanya yang kualiatasnya baik adalah tepung ikan yang berasal dari ikan putih, karena kadar lemaknya tidak lebih dari 6%dan kadar garamnya sekitar 4% saja. Tepung ikan kualitas kedua dari ikan yang tidak layak konsumsi manusia ikan afkir, kadar lemak dan garamnya tinggi sehingga bisa menimbulkan efek negatif pada ayam. Harga tepung ikan cukup tinggi jadi perlu diperhatikan kualitasnya, tepung ikan yang berasal dari kepala dan ekor ikan saja, kualitasnya rendah karena kandungan proteinnya rendah dan sulit dicerna. Tepung ikan mengandung sumber mineral tinggi sekitar 100 – 200 gr/kg diantaranya Kalsium, Mangan, Besi, Iodin dan Phosphor. Juga kaya dengan asam amino esensial terutama Lysin, Metionin, Sistin dan Thriptophan. Serta merupakan sumber vitamin B-kompleks yang baik, seperti B-12, Choline dan Riboflavin. tepung ikan untuk unggas 11. Tepung Bulu Unggas Terdengar sedikit aneh memang, tepung ini dihasilkan dari bulu yang didapat dari bahan sisa industri pemotongan maupun ayam tak layak konsumsi manusia. Cara pembuatannya bulu dibersihkan dulu, di masak dengan suhu tinggi hidrolisis, ditiriskan, dikeringkan baru kemudian digiling halus. Meskipun kandungan protein tepung bulu unggas sangat tinggi sekitar 85%, tapi tidak semuanya dapat diserap oleh ayam, sebagian besar akan terbuang lewat kotoran. Karena kandungan asam aminonya relatif rendah maka penggunaan dalam campuran pakan sebaiknya hanya sekitar 2 % saja. Jenis makanan ini tidak dianjurkan bagi pakan untuk anakan atau ayam muda. 12. Tepung Keong Mas / Siput Kandungan proteinnya cukup tinggi sekitar 52%, cara pembuatannya cuci keong mas tambahkann garam agar lender dan kotorannya hilang, kemudian direbus, buka cangkangnya lalu cuci lagi, tiriskan dan iris tipis. Jemur irisan tersebut hingga kering kemudian giling jadi tepung. Lebih bagus jika kamu bisa budidyakan sendiri keong masnya, karena proses kembangbiaknya cepat dan pembuatan tepungnya juga relatif mudah sehingga bisa menekan biaya produksi. 13. Tepung Daun Lamtoro Diperoleh dari daun lamtoro yang dikeringkan dan digiling sampai halus. Protein yang terkandung sekitar 36 – 48 %. Lamtoro mengandung senyawa antinutrisi seperti Mimosin, Protease Inhibitor, Tannin dan Galactomannan. Tidak terlalu berbahaya karena sudah dilakukan penjemuran pada proses pembuatannya. Tapi tetap harus dibatasi penggunaannya, cukup diberikan sekitar 4% saja, karena penggunaan yang berlebihan bisa menekan pertumbuhan ayam. Tepung Daun Lamtoro 14. Grit Terdiri dari berbagai campuran bahan seperti; batu kali kecil, mica, kapur, kulit kerang, pecahan granit dll. Memang tidak terdengar seperti jenis makanan, tapi ada manfaatnya loh.. Grit sendiri ada 2 macam yang mudah dicerna dan sulit dicerna. Grit yang Mudah Dicerna berasal dari kulit kerang dan mengandung Kalsium, dapat meningkatkan kekuatan dan kualitas telur ayam. Sedangkan Grit yang Sulit Dicerna berasal dari batu kali, granit, kerikil dan mica. Biasanya diberikan hanya untuk membantu pencernaan saja. Grit bisa diberikann tersendiri / terpisah, tapi bisa juga dicampur dengan ransum. 15. Pelet Bahan pakan yang digiling kemudian di padatkan. Pelet sangat disukai ayam karena dapat meningkatkan nafsu makan. Selain itu lebih efisien dan hemat dari pakan jenis tepung yang boros karena mudah dikais ayam sehingga banyak yang terbuang. Dengan komposisi yang sempurna, pelet memang merupakan bentuk dari inovasi dedak yang memiliki banyak kekurangan. Nah apa saja sih kelebihan dan kekurangan pelet untuk ayam? Kelebihan Pelet merupakan jenis pakan yang dapat meningkatkan nafsu makan pada dapat menekan pemborosan makanan yang diberikan seperti butir dari pelet sudah mengandung nutrisi sempurna untuk ayam Kekurangan Sedikit mahal dibandingkan dedak. Baca juga Kupas tuntas varietas ras ayam petelurAyo kenali ayam hutan yang mempesona10 Penyakit umum yang biasa dialami oleh ayam ArtikelLain : Jenis Tanaman Aquascape. Adapun contoh dari jenis – jenis tanaman air untuk tanaman tepian, diantaranya adalah: Brojo Lintang. Choenoplectus lacustris. Darmera pellata. Demikian penjelasan artikel diatas tentang Jenis Tanaman Air – Kolam Ikan, Sawah, Apu Apu, Ditanam Di Air semoga bisa bermanfaat bagi pembaca setia Lahan.Co.Id. The purpose of this research is to determine the effect of avocado seed flour ASF supplementation in feed on blood lipids and quail egg yolk cholesterol. The material used was 100 female quails aged 4 weeks old with ration ingredients consist of corn, bran, paddy, soybean meal, fish flour, avocado seed flour, palm oil, CaCO 3, premix, lysine, and methionine. The research method applied was an experiment with4 treatments, which are 0% of basal feed ASF supplementation R 0, 3% of basal feed ASF supplementation R 1,6% of basal feed ASF supplementation R 2, and 9% of basal feed ASF supplementation R3. The observed variables included blood cholesterol, High Density Lipoprotein HDL, Low Density Lipoprotein LDL, triglyceride, and egg yolk cholesterol. Analysis of varians ANOVA with a completely random design trial in the same direction pattern was applied in this research. If there is any differences between treatments then the HRD test will be done. This research shows that ASF supplementation can significantly reduce blood cholesterol levels The HDL levels tend to decrease with the increasing levels of ASF. Avocado seed flour supplementation to 9% can be used as quail feed supplementation. Keywords female quail, ration ingredients, blood lipids, avocado seed flour [ASF] ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh suplementasi tepung biji alpukat dalam pakan terhadap profil lemak darah dan kolesterol kuning telur puyuh. Materi yang digunakan adalah puyuh betina umur 4 minggu sebanyak 100 ekor. Bahan ransum terdiri dari Jagung, dedak padi, bungkil kedelai, tepung ikan, tepung biji alpukat, minyak sawit, CaCO3, premix, lisin dan metionin. Rancangan yang digunakan adalah eksperimen, terdiri dari 4 perlakuan yaitu pakan basal dengan suplementasi TBA 0% R 0, pakan basal dengan suplementasi TBA 3% R1, pakan basal dengan suplementasi TBA 6% R 2, dan pakan basal dengan suplementasi TBA 9% R3. Variabel yang diamati meliputi kolesterol darah, HDL High density lipoprotein, LDL Low density lipoprotein, trigliserida dan kolesterol kuning telur. Analisis yang digunakan ANOVA Analysis of Varians dengan Rancangan Acak Lengkap pola searah. Apabila ada perbedaan antar perlakuan dilakukan uji BNJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi TBA dapat menurunkan kadar kolesterol darah secara signifikan Kadar HDL cenderung berkurang seiring meningkatnya taraf TBA. Suplementasi tepung biji alpukat sampai 9% dapat digunakan sebagai suplementasi pakan puyuh. Kata kunci puyuh betina, ransum pakan, lemak darah, TBA tepung biji alpukat PENDAHULUAN 1 Jumlahtelur ini sangat penting untuk diketahui dimana dalam praktikum ini didapatkan jumlah telur ikan komet dengan substrat kayu apu mencapai 5670 butir/ cm 2. Menurut Sayuti (2003), telur yang dihasilkan ikan komet dapat mencapai butir, bahkan ada jenis ikan komet dapat menghasilkan telur hingga 8.000 butir. Pengolahandilakukan dengan menyiapkan tumbuhan apu-apu dengan berat 2,1 kg dan memtong menjadi kecil-kecil, kemudian memasukkan potongan apu-apu ke dalam toples plastik dengan 3,2 liter air, mencampurkan 5 gram gula Thepurpose of this study was to determine the effect of different composition of plant apu (Pistia stratiotes) for growing maggot (Hermetia illucens) as feed fish. Research conducted from April to June 2018, with experimental research methods using PEMANFAATAN TUMBUHAN APU-APU (Pistia stratiotes) UNTUK MENUMBUHKAN MAGGOT (Hermetia illucens iU4gwI.
  • 5l65ad1osu.pages.dev/388
  • 5l65ad1osu.pages.dev/151
  • 5l65ad1osu.pages.dev/44
  • 5l65ad1osu.pages.dev/100
  • 5l65ad1osu.pages.dev/254
  • 5l65ad1osu.pages.dev/199
  • 5l65ad1osu.pages.dev/378
  • 5l65ad1osu.pages.dev/253
  • apu apu untuk pakan ayam