CeritaGambar Kartun Tentang Menggapai Cita-Cita / 87 Gambar Imajinasi Cita Cita Paling Bagus Gambar Pixabay : Ody mengisi waktu luangnya dengan menggambar dan mengambil foto. - somesapo -
MERAJUT IMPIAN, MENEPIS RINTANGAN, MENGGAPAI CITA-CITA, DAN MENGABDI UNTUK BANGSA Oleh Juliani* “Ilmu bagaikan api yang harus dinyalakan bukan bejana yang menunggu untuk diisi” Istilah tersebut sering kita dengar dalam kehidupan kita, Setiap dari kita pasti mempunyai impian, cita-cita dan harapan. Harapan yang tersembunyi dari relung hati dan jiwa kita akan menimbulkan dorongan untuk melakukan sesuatu perubahan. Ketika saya masih kecil dulu saya juga mempunyai impian bahwa ketika dewasa kelak saya harus menjadi orang yang bermanfaat, berhasil dan dapat meraih apa yang saya cita-cita kan. Saya ingin berhasil dan sukses, bisa mandiri, membahagiakan kedua orang tua, adik-adik saya dan keluarga saya yang lainnya, dan juga bisa membantu orang lain. Saya ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa saya bisa meraih cita-cita saya. Saya ingin memperlihatkan kepada orang tua saya, sahabat, dan orang lain bahwa sebenarnya kita bisa melakukan sesuatu yang berguna dan bermanfaat di tengah- tengah keterbatasan hidup kita. Sejak kecil saya terbilang memiliki prestasi yang baik, mulai dari sekolah dasar SD, SMP, dan SMA hingga perguruan tinggi sekarang. Walaupun, prestasi yang saya raih hanya di dalam sekolah saja, seperti saya selalu mendapatkan rangking 5 besar setiap tahunnya dari kelas. Saya adalah orang yang biasa saja di bidang akademik dan tidak ada yang dibanggakan dari saya tapi disisi lain saya adalah seseorang yang mempunyai banyak impian seperti orang-orang sukses sekarang. Perjalanan hidup saya mulai berubah ketika saya menginjak SMA/SMK. Ketika itu saya masuk SMK Negeri I Panyabungan, sekolah ini mempunyai 4 kompetensi keahlian yaitu Administrasi perkantoran, Pemasaran, Akuntansi, dan Teknologi komputer dan jaringan TKJ. Pada waktu itu jurusan yang saya pilih adalah Akuntansi, saya memilih sekolah tersebut karena saya tidak berkeinginan lagi untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi seperti saat sekarang disebut dengan kuliah, karena sebagian orang banyak yang bilang apabila kita tamat dari sekolah SMK kita bisa langsung melamar pekerjaan tanpa harus melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi alias siap kerja. Padahal, di lubuk hati saya yang paling dalam saya ingin kuliah, meraih cita-cita saya dan saya ingin bekerja disalah satu instansi pemerintahan/ kantoran kalau bisa lebih tinggi lagi menjadi Dosen. Tapi melihat kondisi orang tua dan adik-adik saya yang masih ingin menempuh pendidikan - saya adalah anak pertama dari 7 bersaudara dalam keluarga - akhirnya saya mengurungkan niat tersebut. Seiring berjalannya waktu, di sekolah inilah saya mulai bermimpi dan bercita-cita. Saya melihat guru-guru saya dimana setiap paginya berpakaian rapi, cantik dan terlintas di pikiran saya “Kapan saya bisa seperti mereka?”, karena cita-cita saya ingin bekerja di salah satu instansi pemerintahan dan ingin berpakaian rapi seperti mereka dan pastinya untuk meraih profesi tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan karena harus butuh kerja keras dan usaha yang kuat. Di SMK Negeri I Panyabungan saya mendapatkan teman-teman yang begitu beragam yang berasal dari daerah yang berbeda-beda bahkan yang satu daerah pun sama kita tidak saya jumpai di kelas. Saya memiliki guru yang juga selalu memberikan motivasi dan inspirasi untuk menatap ke depan. Guru saya selalu mengatakan bahwa “jika ada kemauan pasti ada jalan”. Saya mempercayai hal itu bahwa suatu saat saya akan melakukan sesuatu yang baru. Di sekolah itu, saya mulai bergaul dengan teman-teman jurusan yang lain dan sering mendengar pengalaman mereka yang ingin melanjutkan studinya di universitas yang terkenal di Indonesia karena mereka mempunyai orangtua yang bekerja dan bertugas. Selain itu juga karena ayah mereka ada yang menjadi pengusaha. Teman saya selalu bercerita tentang bagaimana kuliah di Universitas yang terkenal dan sehingga banyak orang peminatnya untuk kuliah disitu. Dari cerita mereka tersebut telah memotivasi saya ingin melihat bagaimana kehidupan di luar sana. Saya bermimpi bahwa suatu saat saya juga bisa seperti teman-teman saya untuk kuliah disalah satu kampus yang terkenal. Sejak masuk SMA/SMK, saya mulai rajin dan lebih giat lagi belajar karena saya bercita-cita ingin kuliah/masuk USU Universitas Sumatera Utara yang merupakan kampus terbesar di wilayah Sumatera Utara, menurut informasi yang saya dengar dari kakak kelas bahwa setiap tahunnya ada beasiswa yang diberikan oleh pemerintah kepada orang yang memiliki tingkat berpenghasilan rendah dan diberikan kesempatan untuk belajar ke jenjang yang lebih tinggi. Hmm, karena saya merasa orang yang cukup pintar dan berpretasi di sekolah, saya mencoba program beasiswa tersebut. Saya ingin bahwa orang seperti saya yang mempunyai tingkat penghasilan rendah bisa berbuat sesuatu dan tidak hanya orang yang memiliki ekonomi golongan atas saja yang bisa mencapainya. USU adalah salah satu Universitas kebanggaan bagi setiap orang begitu juga dengan Universitas lainnya seperti UI, UGM, IPB, ITB dan lainnya yang cukup terkenal di Indonesia. Sebagai orang Sumatera saya sangat bangga apabila bisa diterima di USU karena Universitas ini sudah terkenal di mana-mana dan juga merupakan salah satu Universitas terbesar di wilayah Sumatera. Alhamdulilah, puji syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas kesempatan yang diberikannya kepada saya. Impian saya menjadi kenyataan bahwa pada akhirnya saya bisa diterima di USU melalui tes SMBPTN melalui program beasisiswa yaitu BIDIKIMISI. Saya sangat bersyukur atas hal tersebut karena beasiswa yang saya dapatkan menjamin masa study kita sampai selesai. Tetapi perjuangan belum selesai perjalanan masih panjang buat saya untuk menggapai impian-impian yang masih terpendam. Saya ingin bisa memberikan yang terbaik karena saya sudah diterima di USU. Saya bisa diterima di USU juga karena doa orang tua yang telah mengorbankan segalanya demi langkah anaknya dalam meniti pendidikan yang lebih baik. Apa yang mereka inginkan hanyalah kehidupan kita sebagai anaknya menjadi lebih baik. Oleh karena itu, masuk ke USU adalah bakti saya kepada orang tua yang telah membesarkan saya sampai sekarang ini. Jadi, janganlah kita mengatakan sesuatu yang tidak mungkin yang kita dapat dan pada akhirnya kita mendapatkannya, semangatlah untuk hidup, raihlah cita-citamu dan bermimpilah setinggi bintang dilangit. Oleh karena itu tetaplah berharap, karena seorang muslim tidak akan pernah berhenti mengharap. Dalam setiap amal ibadahnya, ia selalu mengharapkan kasih sayang dan rahmat Tuhannya. Dalam setiap gerak kehidupannya,ia selalu menancapkan tujuan dan cita-cita untuk kebaikan dan kehidupannya. Dan jika harapan pernah terputus, maka sambunglah kembali. Bukankah simpul sambungan akan menjadikan tali semakin kuat? Hidup adalah indah bila kita dapat menerima hidup sebagai kesempatan. Di mana pun kita, apapun yang dihadapi, ambil keputusan untuk menikmati keindahan itu setiap hari. Dan saat anda mengambil pilihan ini dunia di sekeliling pun akan menjadi lebih baik. Semua berawal dari Impian dan indah pada waktunya hiduplah dengan mempunyai impian dan harapan bukan hidup dalam mimpi”. Singkat cerita, selama saya kuliah di USU saya mencoba untuk belajar lebih giat lagi. Sehari-hari saya banyak melakukan kegiatan di Perpustakaan. Di USU, saya ditempa bagaikan air yang mengalir yang tiada henti-hentinya karena USU memberikan banyak kesempatan kepada saya untuk menggali bakat dan potensi diri saya. Berbagai fasilitas disediakan antara lain ruang akademik terbuka begitu luas dan berbagai kegiatan seminar, diskusi, dan simposium nasional gratis sering dilaksanakan. Saya merasa mendapatkan banyak pelajaran, inspirasi, dan ilmu baru ketika mengikuti acara seminar maupun simposium nasional yang mendatangkan tokoh-tokoh nasional, praktisi dan ilmuwan dari luar ruang lingkup USU. USU-lah yang membentuk karakter dan jati diri saya yang selama ini saya tidak tau apa-apa dan banyak pembelajaran yang saya dapatkan selama menjadi mahasiswa USU. Bekal inilah yang membuat saya mampu untuk bisa menepaki setiap jalan- jalan kehidupan akademik. Semua itu dapat berangkat dari visi dan misi kita yang murni dan tulus untuk membangun harapan dan masa depan yang indah. Kesempatan ini adalah suatu yang luar biasa bagi saya karena saya hanya berasal dari keluarga yang tidak mampu dan pada akhirnya bisa kuliah dikampus yang cukup terkenal di Indonesia. Saya terharu dan bersyukur karena saya adalah orang tidak mampu dari segi ekonomi tetapi dengan kesempatan yang diberikan sang pencipta kepada saya mudah-mudahan saya bisa melaksanakanya lebih baik lagi dan dapat mengemban tugas bangsa nantinya setelah saya sudah menyelesaikan studi saya dan juga bisa melakukan sesuatu dan berbuat untuk bangsanya. Amin. Saya bisa karena saya bisa bermimpi dan bercita-cita. Impian yang menggerakkan saya untuk bertindak dan berbuat. Saya dapat mengubah cara hidup dan pikiran saya karena saya memiliki impian. Meskipun kita memiliki keterbatasan dan kekurangan tetapi akan ada sercerah harapan. Pelita yang akan menerangi setiap jalan-jalan saya karena ada harapan yang ingin saya raih. Impian adalah semangatku untuk berbuat sesuatu. Teman saya pernah mengatakan kepada saya, “Jangan pernah berhenti melangkah pada hari ini karena jika kamu berhenti melangkah pada hari ini kamu tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok”. Saya juga tidak berhenti untuk bermimpi karena dengan bermimpi saya masih punya keyakinan dan harapan untuk menatap hari esok dengan kebahagiaan dan kemenangan. Saya ingin menatap seperti anak kecil yang menatap masa depannya dengan kejujuran dan ketulusan. Saya ingin menatap masa depan bangsa saya menjadi bangsa yang luar biasa karena generasi mudanya juga luar biasa untuk mengabdi. Ada banyak orang berprestasi tetapi sedikit sekali yang mau mengabdi dan menjadi sukarelawan bagi bangsa dan negaranya. Saya datang untuk berbakti pada bangsa dan negara. Pelita itu tidak akan pernah padam selama generasi muda bangsa memiliki harapan, impian, dan cita-cita untuk membangun negeri. Oleh karena itu keyakinan dan semangat pantang menyerah dapat mengatasi rintangan dan keterbatasan yang ada. Bagi saya impian dan harapan adalah awal dari kehidupan untuk menggapai cita-cita bagai bintang yang ingin diraih meskipun itu terasa sulit tetapi proses adalah suatu anugerah yang akan membentuk saya menjadi orang yang ingin terus berjuang. Kini, apa yang saya rasakan bahwa menggapai impian dan harapan bukanlah hal yang mustahil lagi. USU-lah pelita jalan saya yang menuntun saya ke jalan yang harus saya lalui meskipun jalan itu terjal, sempit, dan berduri namun dengan segenap keterbatasan saya, saya yakin bahwa saya bisa melaluinya.

RPPyang saya unggah adalah RPP kelas 4 semester 2 yaitu Tema 4 Cita - citaku, Subtema 3 tentang Giat Menggapai Cita-cita. Dan dalam RPP ini mencakup 2 mata pelajaran Bahasa indonesai dan IPA. Dalam RPP ini mengajak anak-anak agar supaya lebih dekat dengan alam semesta dan bagaiamana cara menjaga alam ini. Laporkan.

2WAITING PATIENTLYby isyarayle[Sekuel Waiting Foolishly] Bagi Kitty menunggu bukan sekedar duduk diam atau manis menanti yang hadir, tapi baginya menunggu adalah sebuah perjalanan panjang yang mengu... 3AQEELAby Yuslimu IlmiKepergian ayah membuat Aqeela benar-benar terpukul. Tidak ada yang bisa ia perbuat lagi selain menuntaskan keinginan ayahnya. Walaupun itu sangat bertentangan dengan kei... 4Cerita Si Anwarby Iryan RamdhaniSemakin menyadari bahwa aku harus mempunyai rasa memiliki. Dan tak ingin kehilangan untuk kedua kalinya. Tak seberapa banyak orang yang hidup didunia ini tanpa ada kehad... 5Dreamers by Putri Vera ZairaSiapa yang tidak punya mimpi di dunia ini ? Semua pasti punya mimpi. Yang membedakan hanyalah. Apakah mereka mau menggapai mimpi tersebut atau tidak. Apakah mereka mau m... 6- 🌏 KULMINASI by asaarika_KULMINASI memiliki arti titik tertinggi yang dapat di capai oleh benda langit. cerita sederhana ini mengisahkan tentang KULMINASI empat saudara di rumah sederhana. setel... 7TERBANG TINGGIby tealoverMeniti tiap hari, tiap perjalanan kehidupan dengan penuh harapan. Tapi, aku musnahkan setiap bukit dan gunung cita cita aku demi keluarga aku. Atau.. demi aku? 8qLCby Cebonk HanyutKalian pernah dengarkan? Cerita rakyat yang popular banget pas kita masih kecil. Judulnya "Batu Malin Kundang". Gilak sih, ini pasti salah satu cerita yang bua... 10Menetap atau Menghilangby Sylvi SiregarImpian tanpa action seperti ilusi semata dan terasa sia-sia. Itu sama aja, seperti lagi lapar tetapi tidak mau makan. Gimana? Apa mungkin bisa menjadi kenyang kalau tid... 15Kesempatan Yang Hilangby MarwidSelesainya ujian sekolah Tata membuatnya makin bingung dalam menentukan karier. Hal ini semakin membuat Tata mencari terobosan demi menunggu masa kelulusan. 16The Wise Huang Renjunby Huang Sha ~Kata kata bijaksana dari pria bernama Huang Renjun. ☀︎︎ Buat kalian yang punya masalah atau tidak punya motivasi untuk saat ini mari mampir membaca ke wattpad ini, perka... 17BINTANG TELAH KU GAPAIby gebihernasariMela adalah seorang gadis sekaligus kakak dari adik satu-satunya, Nunik. Mela dan Nunik harus hidup berdua karena orang tua mereka sudah meninggal dunia. Faktor ekonomi...
Jakarta Karya seni pelajar Sekolah Luar Biasa (SLB) Mandiri Putra, Karanganyar, Jawa Tengah menjadi salah satu suvenir resmi ASEAN Para Games, Solo. Hasil kreasi pelajar menjadi satu-satunya SLB yang dipilih panitia Indonesia National Paralympic Organization Committee (INASPOC) menjadi suvenir resmi pesta olahraga disabilitas Asia Tenggara itu.
Apakah Anda mencari gambar tentang Cerita Bergambar Menggapai Cita Cita? Terdapat 47 Koleksi Gambar berkaitan dengan Cerita Bergambar Menggapai Cita Cita, File yang di unggah terdiri dari berbagai macam ukuran dan cocok digunakan untuk Desktop PC, Tablet, Ipad, Iphone, Android dan Lainnya. Silahkan lihat koleksi gambar lainnya dibawah ini untuk menemukan gambar yang sesuai dengan kebutuhan anda. Lisensi GambarGambar bebas untuk digunakan digunakan secara komersil dan diperlukan atribusi dan retribusi.
Muzilpun mengucapkan terima kasih kepada Bupati Hamim yang telah memberinya peralatan sekolah serta sepatu baru untuknya. Ia pun bertekad untuk mengenakan barang pemberian Bupati untuk menggapai cita-citanya menjadi seorang guru. Terus semangat Muzil. Jangan lupa, terus melangkah maju menjadi lebih baik, dan gapailah cita-citamu setinggi langit. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Meraih Cita-citaKarya Siti RusminiDi suatu Desa terpencil hiduplah sebuah keluarga yang sangat sederhana. Keluarga tersebut dikepalai oleh Pak Rapi’i, keluarga yang beranggotakan lima orang anak dan satu orang istri yang sangat baik yaitu bernama Ayumah. Pak Rapi’i yang harus mencukupi kebutuhan keluarganya harus bekerja sampingan selain menjadi buruh. Selain itu Ibu Ayumah yang hanya Ibu rumah tangga tak mau melihat suaminya banting tulang sendiri, Ia akhirnya membantu suaminya dengan berjualan kue di Desanya. Demi mencukupi kebutuhannya sehari-hari dan biaya sekolah anak-anaknya Pak Rapi’i dan Ibu Ayumah rela membanting tulang setiap adalah anak Pak Rapi’i yang sekarang bersekolah ditingkat SMP. Tak lama sekolah Heri akan mengadakan UTS Ujian Tengah Semester, syarat untuk mengikuti UTS yaitu harus melunasi SPP. Heri bingung harus bagaimana agar bisa mengikuti UTS ini, Ia tahu bahwa Ayah dan Ibunya sedang krisis ekonomi, tetapi disisi lain Heri tak mau bila dia tidak harus mengikuti UTS. Mau tak mau Heri harus membicarakan ini kepada Ayah. Setelah bel pulang berbunyi Heri bergegas pulang. Sesampainya di rumah Ia ber bicara kepada Ibu,” Bu, Ayah ada gak di rumah?”. Ibu “ tidak ada nak, Ayah belum pulang kerja”. Ya sudah Bu. Kata Heri. Setelah itu Ia bergegas untuk ke Sudah mulai petang, Bu Ayumah menunggu di depan rumah untuk menyambut kedatangan suaminya. Tak lama menunggu, akhirnya Pak Rapi’i datang dan mengucapkan “ Assalamu’alaikum “. Ibu pun menjawab “ Wa’alaikum salam”. Tak lama berbincang-bincang Heri pun mendatangi Ayah dan Ibu untuk memberitahukan soal pembayaran SPP Yang harus segera dilunasi untuk mengikuti UTS. Heri “ Ayah, kapan akan melunasi SPP ku?”. Ayah “ Entar nak kalau Ayah sudah gajihan, Ayah akan segera melunasi SPP mu”. Heri “ Ya sudah Yah Aku masuk dulu”. “Iya nak” kata saat semua keluarga sedang berkumpul di ruang tamu terdengar suara yang mengetok-ngetok pintu rumah sambil berkata “ Permisi, selamat malam “. Tak lama Ibu pun membukakan pintu dan ternyata yang mengetok pintu itu adalah Polisi. Ibu berkata “ Ya, selamat malam”. Polisi “ Apa benar ini rumah Pak Rapi?”. Ibu “ Ya benar, ada apa ya bapak malam-malam datang kesini ?”. Polisi “ Saya ke sini ingin bertemu dengan Bapak Rapi’i, apakah Pak Rapi’i ada di rumah ?”. Ibu “ Ada, sebentar ya saya panggil kan”. Ibu pun masuk dan memanggil suaminya. Ibu “ Yah, ada polisi di depan rumah yang ingin bertemu dengan Ayah”. Ayah pun keluar untuk bertemu Polisi tersebut. Ayah “ Ada apa ya bapak Polisi mencari saya “. Pak Polisi “ Saya hanya ingin memberitahukan bahwa anak Bapak yang bernama Surnata ada di kantor Polisi”. Ayah “ Kenapa anak saya bisa ditangkap oleh bapak ?”. Pak Polisi “ Anak Bapak kepergok sedang bermabuk-mabukan, jadi jika anak Bapak ingin bebas silahkan Bapak datang ke kantor polisi”. Ayah “ Baik Pak, terimakasih “. Pak Polisi “ Ya sama-sama,kalau gitu saya pamit dulu, permisi “. Ayah “ Iya Pak Polisi”.Ketika Ayah masuk, ternyata istri dan anaknya sudah mengetahui sebelum Ayahnya memberitahukannya. Sekarang Ayah tak tau harus bagaimana agar anaknya bebas dari penjara. Selain itu juga Ayah harus segera melunasi SPPnya Heri agar Heri bisa ikut UTS. Dalam hati Pak Rapi’i berkata “ Saya harus mencari kerja tambahan agar Heri bisa ikut UTS dan Suranata bisa bebas dari penjara ”.Ke esokan harinya keluarga Pak Rapi’i berkumpul seperti biasa untuk sarapan pagi bersama, setelah itu Heri akan berangkat sekolah dan Ayah berangkat kerja. Tak lama kemudian, Heri pun berpamitan kepada orang tuanya Disepanjang jalan menuju sekolah, Heri berpikir bagaimana caranyaagar ia tetap bisa UTS tanpa membebani orang tuanya,karena ia tahu bahwa orang tuanya harus menebus kakaknya dipenjara. Heri sempat berpikir ingin bekerja agar Ia bisa membayar SPPnya dan Ia tidak merasa membebani Ayahnya. Karena Heri tidak ingin cita-citanya tidak tercapai, jadi Heri berusaha untuk menggapai cita-citanya dan Heri akan menerapkan perilaku ini kepada adik-adiknya nanti. Bahwa orang miskin itu bukan penghambat kita untuk tidak sekolah ataupun penghambat kita untuk tidak melanjutkan sekolah. Melainkan ada keinginan dan kerja keras demi menggapai cita-cita yang kita inginkan. Lihat Cerpen Selengkapnya
Meskiada sebagian teman yang meremehkan cita-citanya yang terlalu tinggi, tapi tak menyurutkan semangat Shaila untuk menggapai cita-citanya. Dia benar-benar ingin membuktikan bahwa orang miskin pun mampu bersekolah tinggi dan kelak bisa menjadi dokter. Namun dalam liku perjalanannya menggapai mimpi, Shaila terjebak keadaan yang serbasulit.
Reads 388,679Votes 8,854Parts 106Complete, First published Jun 23, 2020Table of contentsTue, Jun 23, 2020Tue, Jun 23, 2020Tue, Jun 23, 2020BAGIAN 4 PACAR "TEMAN LAMA" Wed, Jun 24, 2020BAGIAN 5 KAMU ITU GA SOPAN Thu, Jun 25, 2020BAGIAN 6 JAGO YANG BERISIK Thu, Jun 25, 2020BAGIAN 7 PENGALAMAN BERHARGA Thu, Jun 25, 2020BAGIAN 8 TERCAPAI SEBAGIAN KEINGINAN Thu, Jun 25, 2020BAGIAN 9 KOK JADI TEGANG YA.. Thu, Jun 25, 2020BAGIAN 10 UJIAN KESABARAN Thu, Jun 25, 2020BAGIAN 11 KEKUATAN YANG ADA BATASNYA Fri, Jun 26, 2020BAGIAN 12 SENANG, SEDIH DAN BAHAGIA Sat, Jun 27, 2020BAGIAN 13 HATI YANG GA BISA DITEBAK.. Sat, Jun 27, 2020BAGIAN 14 DATANG DISAAT.. Sat, Jun 27, 2020BAGIAN 15 OLAH RAGA MALAM Sat, Jun 27, 2020BAGIAN 16 SEDIKIT RAHASIA Sat, Jun 27, 2020Sat, Jun 27, 2020Sun, Jun 28, 2020BAGIAN 19 SESUATU YANG TERTUNDA Sun, Jun 28, 2020BAGIAN 20 BIARLAH MENGALIR... Mon, Jun 29, 2020Mon, Jun 29, 2020Mon, Jun 29, 2020Mon, Jun 29, 2020Mon, Jun 29, 2020BAGIAN 25 ADA APA DENGANMU..? Tue, Jun 30, 2020BAGIAN 26 MAHLUK YANG PALING SUSAH DIMENGERTI Tue, Jun 30, 2020BAGIAN 27 GA SEINDAH YANG DIBAYANGKAN Wed, Jul 1, 2020BAGIAN 28 ENAK YANG MENGENAKKAN Wed, Jul 1, 2020Thu, Jul 2, 2020BAGIAN 30 BINGUNG DENGAN PERASAANKU Fri, Jul 3, 2020Fri, Jul 3, 2020Sat, Jul 4, 2020BAGIAN 33 MALAM KEAKRABAN 1 Sun, Jul 5, 2020BAGIAN 34 MALAM KEAKRABAN 2 Mon, Jul 6, 2020BAGIAN 35 ARJUNA YANG TERSAKITI Tue, Jul 7, 2020BAGIAN 36 KABAR BAIK DAN KABAR BURUK Tue, Jul 7, 2020Tue, Jul 7, 2020BAGIAN 38 MAU GILA AKU RASANYA.. Wed, Jul 8, 2020BAGIAN 39 TETAPLAH MENJADI BAIK Wed, Jul 8, 2020Thu, Jul 9, 2020BAGIAN 41 ADA APA LAGI..? Fri, Jul 10, 2020BAGIAN 42 CINTA YANG MEMBUAT AKU GILA Fri, Jul 10, 2020BAGIAN 43 PERSIAPAN PESTA Fri, Jul 10, 2020BAGIAN 44 PESTA KECIL YANG LUAR BIASA 1 Sun, Jul 12, 2020BAGIAN 45 PESTA KECIL YANG LUAR BIASA 2 Mon, Jul 13, 2020BAGIAN 46 PESTA KECIL YANG MEMBESAR Tue, Jul 14, 2020BAGIAN 47 PESTA YANG PANJANG DAN MELELAHKAN Wed, Jul 15, 2020BAGIAN 48 ORANG LAMA YANG HADIR KEMBALI Wed, Jul 15, 2020Wed, Jul 15, 2020Thu, Jul 16, 2020BAGIAN 51 KESEDIHAN DIMASA LALU Thu, Jul 16, 2020BAGIAN 52 BALAS DENDAM KECIL - KECILAN Fri, Jul 17, 2020Fri, Jul 17, 2020Sat, Jul 18, 2020BAGIAN 55 OBAT UNTUK LUKA Sat, Jul 18, 2020BAGIAN 56 KENANGAN YANG HADIR KEMBALI Mon, Jul 20, 2020Tue, Jul 21, 2020BAGIAN 58 SEMUA KARENA CINTA Tue, Jul 21, 2020Wed, Jul 22, 2020Thu, Jul 23, 2020Fri, Jul 24, 2020Fri, Jul 24, 2020Fri, Jul 24, 2020Sat, Jul 25, 2020BAGIAN 65 PERSIAPAN BERBURU IBLIS Sun, Jul 26, 2020Mon, Jul 27, 2020BAGIAN 67 TARGET SELANJUTNYA Tue, Jul 28, 2020BAGIAN 68 PERBURUAN BERLANJUT Tue, Jul 28, 2020Tue, Jul 28, 2020BAGIAN 70 EMOSI YANG TERTAHAN.. Wed, Jul 29, 2020Wed, Jul 29, 2020BAGIAN 72 PELAJARAN BERHARGA Wed, Jul 29, 2020Thu, Jul 30, 2020BAGIAN 74 CINTA DAN PERSAUDARAAN Thu, Jul 30, 2020Thu, Jul 30, 2020Fri, Jul 31, 2020Fri, Jul 31, 2020Fri, Jul 31, 2020BAGIAN 79 SELAMAT TINGGAL Sat, Aug 1, 2020Sat, Aug 1, 2020Sun, Aug 2, 2020Sun, Aug 2, 2020BAGIAN 83 NIKMAT YANG MENYAKITKAN 1 Mon, Aug 3, 2020BAGIAN 84 NIKMAT YANG MENYAKITKAN 2 Mon, Aug 3, 2020BAGIAN 85 TAK SEINDAH CINTA YANG SEMESTINYA Mon, Aug 3, 2020Tue, Aug 4, 2020BAGIAN 87 AIR MATA KEBAHAGIAAN Tue, Aug 4, 2020BAGIAN 88 LAGI DAN LAGI.. Tue, Aug 4, 2020BAGIAN 89 PERPISAHAN LAGI Tue, Aug 4, 2020BAGIAN 90 HAL - HAL YANG TAK TERDUGA Tue, Aug 4, 2020BAGIAN 91 TANGIS PERPISAHAN Wed, Aug 5, 2020Wed, Aug 5, 2020Wed, Aug 5, 2020Thu, Aug 6, 2020Thu, Aug 6, 2020BAGIAN 96 DATANG DAN PERGI Thu, Aug 6, 2020Thu, Aug 6, 2020Thu, Aug 6, 2020Fri, Aug 7, 2020Fri, Aug 7, 2020BAGIAN 101 MEMAINKAN PERASAANFri, Aug 7, 2020BAGIAN 102 DARAH DAN CINTA Fri, Aug 7, 2020Fri, Aug 7, 2020BAGIAN 104 LUKA DAN BAHAGIA Fri, Aug 7, 2020BAGIAN 105 INDAH PADA WAKTUNYA Sat, Aug 8, 2020BAGIAN 106 PERJALANAN MENGGAPAI CITA DAN CINTA TAMATSat, Aug 8, 2020Cerita 18+.. Semua manusia terlahir akan melakukan perjalanan untuk mewujudkan impian dan cita-citanya.. Lika - liku hidup yang dijalani manusia dari sabda semesta, menuju takdir kehidupan di dunia fana, harus dijalani dengan tingkah laku yang penuh kesadaran diri.. Dan yang namanya manusia, kadang harus berusaha menyesuaikan peran di dalam kehidupannya. di waktu, tempat, dan pada tingkah laku dengan memakai topeng peran yang sedang dijalaninya.. Tapi tetap saja.. apapun perbuatan dan peran yang dijalani.. semua akan kembali kepadaNya.. Karena perjalanan sebenarnya manusia adalah kembali kepadaNya.. Aku, Kamu dan Semua..
Cita Cinta, dan Cerita di Langit Sukamaju oleh: Rizki Fitriana Menggapai Cita Setinggi Langit Legok Sukamaju oleh: Lukman Hakim, et al. Terbitan: (2019) Menggapai cita setinggi langit Legok Sukamaju oleh: Epi Rahayu..et.al Kepala karangan Serial Arza Sang Pendongeng Cilik Perekam Umi Latifah, Penerbit Coretan Pena Tahun Dari 2020 ISBN 978-623-275-036-4 Halaman x + 56 hlm Manjapada anak menjadi dunia yang seru untuk dijelajahi. Supaya terkesan sederhana dan tak banyak intrik, doang di dunia mungil momongan ternyata memiliki kisah yang menggelandang bikin disimak dan diceritakan. Kiranya kisah-kisah itu tidak berlalu batal, sebagian mencoba untuk mendokumentasikannya privat karangan. Cak semau yang dilakukan sendiri, ada juga yang dilakukan oleh bani adam lain. Keadaan tersebut yang dilakukan oleh Umi Latifah sebagai katib. Intern karyanya ini, dia seperti mana paruh memotret dan mengabadikan salah satu penggalan terbaik intern semangat putri bungsunya, Arza As-Syifa Mahira. Cewek cilik yang dempang disapa Arza itu menjadi lakon utama dalam kisahnya yang semenjana terpukau puas dunia mendongeng. Kisah dalam buku ini pasti saja dimulai dengan perkenalan tokoh Arza yang digambarkan sebagai anak asuh yang lucu, lincah, dan pandai bergaul. Dalam spirit sehari-hari, Arza tergolong anak nan sibuk dan bukan cak hendak berhenti beraktivitas. Cerita berlangsung mengenai bagaimana awal mula Arza tertarik pada mengarang. Tercecer, hanya karena sebuah acara di sekolahnya yang mendatangkan penutur profesional. Mengintai manifestasi Kak Zaki, sang pendongeng yang diundang sekolahnya yakni alasan Arza terbujuk untuk menjadi pendongeng. Selanjutnya narasi Arza saat berproses menjadi pendongeng seperti bagaimana dia berlatih hingga penampilan mendongengnya di acara Rembulan Bahasa dan Pentas Kisah di disampaikan secara fleksibel maka itu Umi Latifah. Tak lupa, pencatat kembali menceritakan situasi-keadaan lain yang berhubungan dengan keseharian pemudi cilik itu. Membuat cerita dalam buku ini terasa dekat dan menggambarkan bagaimana keseharian seorang anak yang cak agar terus berusaha mencari cita-citanya namun teguh ada perian dia ingin bermain-main bersama dengan teman sebayanya. Tanpa ada konflik berlebihan nan diselipkan, membaca sentral ini seolah mendaras rahasia buletin Arza namun dari sudut pandang sang ibu. Sehingga nan tertangkap adalah bagaimana turunan dewasa itu mengaram sekaligus mendampingi Arza selama berproses menjadi sendiri pendongeng dan bagaimana kehidupan sehari-harinya berjalan. Rahasia ini mungkin akan jauh lebih menghirup seandainya di dalamnya diselipkan gambar-gambar ilustrasi mengenai kegiatan yang Arza lakukan. Sehingga pembaca bisa ikut memperkirakan segala nan tengah terjadi. Kesalahan-kesalahan ketik begitu juga penggunaan etiket baca yang kurang sesuai pun teristiadat bakal dicermati kembali. Tidak perlu khawatir tentang pangsa pembaca. Buku ini boleh dibaca dan dinikmati oleh semua kalangan baik ibu bapak atau anak-anak. Bakal anak-momongan, buku ini boleh dijadikan sebagai sumber inspirasi dan spirit dalam menggapai cita-cita. Cak agar bukan harus sama persis dengan Arza yang cak hendak menjadi pencerita, saja operasi dan semangatnya bisa dijadikan teladan. Begitu kembali dengan tekor narasi berusul sisi lain hayat Arza yang dapat diambil nilai positifnya. Tentatif bagi anak adam tua buku ini dapat dijadikan inspirasi kerumahtanggaan memaklumi bagaimana membidikkan anak lega kemauan atau cita-citanya. Tentang momongan-anak yang serba ingin tahu atau tidak tertebak sebelah pikirnya sehingga harus selalu untuk dibimbing dan didampingi. Peresensi Fitrotul Aini NIMc.
  • 5l65ad1osu.pages.dev/10
  • 5l65ad1osu.pages.dev/408
  • 5l65ad1osu.pages.dev/424
  • 5l65ad1osu.pages.dev/494
  • 5l65ad1osu.pages.dev/5
  • 5l65ad1osu.pages.dev/303
  • 5l65ad1osu.pages.dev/285
  • 5l65ad1osu.pages.dev/474
  • cerita bergambar menggapai cita cita